Puisi

 

SEPI
hampa rasa diri.
Ini hati bergemuruh
‘tika teringat dikau penuh – seluruh
tinggalkan nama, tinggalkan raut muka
tinggalkan semua yang dikau punya
sebelum asaku bertahta.

Sepi …
hati terpaut padamu
begitu mendendam rindu.
Biar keluh … biarkan menahan pilu,
biar resah … biarkan menahan gundah
merenggutmu, lepas – sudah …

KEHIDUPAN
Guratan nasib terukir di dalam sebuah lembaran
Sunyi, senyap, sedih, silih bergantian
Menghiasi hari seperti mengolok
Membuka sisi kelam di sebuah kehidupan

Tak punya arti jiwa ini tercipta
Berkelumit dengan indahnya dunia fana
Tertawa terbahak melihatnya
Tangisan rintih jiwa menjalaninya

Kemanakah jiwa harus pergi
Meninggalkan hari-hari yang sepi
Menjalani hidup yang lebih berarti
Mengusir rasa sedih yang ada di hati
Tuk menjadi hamba yang lebih diberkati

Cinta datang membawa arti tenang
jiwa hilang telah kembali pulang
kenangan kelam tersibak oleh cahaya terang
seakan surga yang tiba-tiba datang

mimpi…
Apakah semua itu buah dari sebuah mimpi
apakah semua yang telah kulalui ini hanya sebuah ilusi
mimpikah jiwa yang ingin mempunyai arti

oh, sungguh pantaskah meratapi sebuah mimpi
Kekosongan yang belum sempat dijalani

Namun akhirnya satu hal yang hamba sadari
Jiwa dicipta bukan untuk bermimpi, jiwa dicipta untuk mengejar mimpi
Membuat sebuah ilusi mempunyai arti
Sampai datang panggilan ILLAHI

RINDU
telah lama kita berpisah
namun masih teringat
senyum terakhir
yang kau beri padaku

telah lama rasa
rindu ini kupendam
tanpa seorangpun tau
hidupku ini terasa hampa

meski kau jauh
tinggalkan aku disana
namun masih tersimpan
namamu dilubuk hati yang paling dalam

tuhan…!!!
pertemukan kami kembali
walau dalam mimpi
tersa bahagia hati ini

KAU TELAH PERGI
kini hatiku hampa
kini hatiku sepi
tanpa kau ada disisi

aku tak tahu
apa hatimu masih milikku
tak ada lagi tawamu
tak ada lagi kasih sayangmu

tinggalkan smwa cerita
tentang kau dan aku
aku tak bisa berfikir..
karena kau..

kau yang telah pergi tinggalkanku
menangis dan terluka oleh cintamu
dan tak sedikitpun kau peduli itu

apakah hatimu telah tertutup untukku?
apakah tak ada t4 lagi untukku?

tak akan aku ingat lagi
sakit hati yang telah kau buat
aku akan merelakanmu pergi
biarlah aku yang mengalah

pergilah..
kembali padanya..
dan lupakanlah aku..
karena aku bukan yang terbaik untukmu

HATI YANG HAMPA
bagai tergenang ditengah lautan hitam yg hmpa,
sndrian,
tnpa tman,
juga cahaya…….

duniaqu trasa hmbar,
sunyi,
sepi,
dan gelap…..

akankahqu temukan secercah cahayaMu,
rangkulanMu,
dekapanMu,
dan kasihMu……?

briknlahqu smwa kekuasaanMu,
yg dpt mmbwtqu nyaman dan tenang,
setiap saat,
dimanapun,
kapanpun,
selamanya……

HATI YANG TERLUKA
Malam yang kian mencekam
Hanya terdengar desah nafas kehidupan
Binatang malam nyayikan kidung kerinduan
Dewi malam bergelayut manja
Dalam dekapan sang bayu

Bulan… Bintang
Sembunyi dibalik awan hitam
Semua seakan tahu
Hatiku yang terluka
Menagis pilu bagai disayat sembilu
Terkluka dan selalu terluka

Dalam bercinta
Kini kumengambang
Ditengah samodra kehidupan
Tak tahu arah kemana harus kuberlayar
Tanpa tangan tuk pegangan
Tanapa dayuh tuk mendayung

Mungkinkah…..?
Kan ada seorang nelayan cinta
Bawaku ketepian pantai asmara
Tuk labuhkan hati
Yang semakin rapuh dimakan usia
Bersandar didermaga bahagia
Sampai nyawa lepas dari raga

 

  1. Tinggalkan komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: